Archive for the ‘Tips Menjaga Kesehatan Tubuh’ Category

Apakah minum teh hitam dapat mengganggu kesehatan ginjal, paru-paru atau lainnya?

BLESSTEASaya pribadi PEMINUM RUTIN, saya sudah  konsultan dengan ahli  gizi perusahaan. yaitu PT. CAKAP. alhamdulillah pengkonsumsi teh hitam blesstea juga banyak dari para dokter spesialis, ada ahli penyakit jantung, penyakit dalam dan lainnya.minum teh hitam ini sama dengan minum-minuman lain kayak sirup, kopi, jahe dll. selama kita tetap minum air putih normal 2 liter atau 8 gelas sehari. minum atau makan apapun yang berlebihan dan kurang minum air putih itu yang tidak baik. coba jika anda percaya minum susu Unxxne yang katanya kaya akan calsium, coba minum tiap hari 5-8 gelas tanpa minum air putih…begitu juga minum teh hitam yang kaya akan mineral alami…tetap minum rutin 2-3 kali ditambah dengan 8 gelas air putih tiap hari…selanjutnya rasakan bedanya kesehatan anda…BUKTIKAN..ingin konsultasi call 081230601976 (MUDZAKKIR)

Advertisements

Kebiasaan Begadang menyebabkan Deabetes, hati-hatilah…

Apakah Anda memiliki kebiasaan begadang? Kata penyanyi dangdut Rhoma Irama dalam salah satu lirik lagunya “begadang jangan begadang kalau tiada artinya. Begadang boleh saja, kalau ada perlunya”.

Ternyata, apa yang ada dalam lirik lagu tersebut banyak benarnya, setidaknya dengan adanya beberapa penelitian yang pernah dilakukan. Banyak begadang ternyata bisa menjadi pemicu penyakit diabetes. Mengapa demikian? Sebuah riset yang dilakukan oleh University of Chicago di Amerika Serikat menyatakan bahwa keseimbangan metabolisme tubuh akan terganggu bila begadang minimal 3 hari berturut-turut.

Kebiasaan begadang akan berdampak pada sekresi hormon insulin yang tidak sempurna sehingga gula yang seharusnya diubah menjadi energi hanya menumpuk di dalam darah.

Tingginya kadar gula dalam darah itulah yang menyebabkan diabetes melitus. Oleh sebab itu, tidur yang cukup harus dijalankan secara konsisten karena sangat berkaitan erat dengan metabolisme tubuh, nafsu makan, pengurangan resiko diabetes dan kebugaran tubuh.

Eva Van Cauter pernah melakukan penelitian terhadap beberapa responden yang bertubuh sehat dan berusia antara 20-31 tahun. Semua responden ditempatkan di laboratorium untuk menginap dengan jumlah jam tidur teratur dari jam 23.00-07.30 selama lima malam berturut-turut.

Pada dua hari pertama, semua responden tersebut dibiarkan tidur nyenyak. Dan mulai hari ketiga, kemudian diletakkan pengeras suara yang memperdengarkan suara rendah ketika para responden tersebut sedang tertidur nyenyak.

Meskipun suaranya rendah, namun ternyata suara tersebut mengurangi kualitas tidur nyenyak menjadi 90%. Suara rendah itu telah membawa mereka kembali dari fase tidur nyenyak ke fase tidur ringan.

Hasilnya, sensitivitas insulin pada responden menurun menjadi 25%. Kondisi kurang tidur membutuhkan banyak hormon insulin untuk mengatur kadar glukosa dalam darah. Jika jenis makanan sama namun jumlah jam tidurnya berkurang maka kadar glukosa darah menjadi naik 23%. Continue reading